Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) secara strategis telah mengukuhkan fondasi akademik bagi para pendidik muda melalui penutupan Diklat Dasar Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bagi Dosen Baru UM 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 9 Gedung Rektorat pada 21 Januari 2026 ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah manifestasi dari visi besar universitas dalam meningkatkan daya saing global melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kami memahami bahwa tuntutan akademis di era modern memerlukan sinergi antara kualitas riset, integritas etis, dan kemampuan hilirisasi produk inovatif. Melalui diklat ini, kami membekali dosen baru dengan instrumen komprehensif untuk melampaui standar nasional dalam publikasi dan kontribusi sosial.
Optimalisasi Publikasi Ilmiah dan Strategi Penetrasi Jurnal Bereputasi
Pilar utama dalam produktivitas dosen adalah kemampuan menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas. Prof. Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.D., menegaskan bahwa publikasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan indikator utama kinerja akademik yang menentukan reputasi internasional universitas.
Kami memfokuskan pembekalan pada:
-
Strategi Penulisan Manuskrip: Teknik penyusunan artikel yang koheren, mulai dari abstract yang kuat hingga diskusi yang mendalam.
-
Seleksi Target Jurnal: Pemahaman mendalam mengenai metrik jurnal seperti Impact Factor dan SJR (SJR Scimago Journal Rank) untuk meminimalisir risiko penolakan.
-
Peluang Hibah Internasional: Mendorong dosen muda untuk beralih dari riset lokal menuju kolaborasi lintas negara guna meningkatkan sitasi dan dampak akademik.
Penegakan Kode Etik Ilmiah: Menjaga Integritas Akademik
Integritas adalah harga mati dalam dunia penelitian. Dr. Herlin Pujiarti, M.Si., selaku Kepala Pusat Etik Ilmiah LPPM UM, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prinsip etik untuk menghindari malpraktik akademik seperti plagiarisme, fabrikasi, atau falsifikasi data.
Kami memastikan setiap dosen baru memahami protokol etik, terutama dalam riset yang melibatkan subjek manusia atau data sensitif. Hal ini krusial untuk menjamin bahwa setiap karya yang dihasilkan dari rahim Universitas Negeri Malang memiliki kredibilitas yang tidak terbantahkan di mata komunitas ilmiah global.
Hilirisasi Inovasi melalui Inbistek: Dari Laboratorium ke Masyarakat
Kami memandang bahwa riset tidak boleh berhenti di rak perpustakaan. Prof. Dr. Nandang Mufti, Direktur Inovasi UM, memaparkan peran Inkubator Bisnis Teknologi (Inbistek) sebagai jembatan transformasi hasil penelitian menjadi produk inovatif dan teknologi tepat guna.
Dosen baru diarahkan untuk memiliki pola pikir entrepreneurial, di mana proposal PPM yang disusun sejak awal sudah memproyeksikan potensi:
-
Komersialisasi Produk: Pengembangan purwarupa menjadi produk layak jual.
-
Solusi Industri: Kerja sama dengan sektor privat untuk memecahkan masalah praktis di lapangan.
-
Manfaat Sosial: Penerapan teknologi yang secara langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.
Tata Kelola Keuangan dan Akuntabilitas Riset
Aspek yang sering menjadi kendala bagi peneliti muda adalah manajemen anggaran. Prihatini Retnaningsih, S.E., memberikan panduan taktis mengenai penyusunan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang presisi dan akuntabel.
Kami berkomitmen pada transparansi pengelolaan dana riset. Dosen baru dibekali dengan mekanisme penggunaan dana yang sesuai dengan regulasi keuangan negara, memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dapat dipertanggungjawabkan tanpa menghambat fleksibilitas operasional penelitian di lapangan.
Kesimpulan: Mencetak Generasi Peneliti yang Tangguh
Rangkaian diklat yang ditutup oleh Eli Hendrik Sanjaya, S.Si., M.Si., Ph.D., merupakan langkah awal dari perjalanan panjang dosen muda UM. Kami tidak hanya menargetkan kuantitas, tetapi kualitas proposal yang mampu memenangkan persaingan hibah di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan relasi yang luas dan pemahaman teknis yang matang, dosen baru Universitas Negeri Malang 2026 kini siap menyumbangkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Kami percaya bahwa melalui pendampingan berkelanjutan dari LPPM UM, sinergi antara riset dan pengabdian akan menjadi motor penggerak utama universitas menuju World Class University.

