Inovasi Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia: Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Profesional Berbasis Riset

Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kini tidak lagi sekadar mencetak lulusan yang siap kerja, melainkan melahirkan inovator dan pengusaha muda yang mampu mengintegrasikan teori akademis dengan praktik bisnis nyata. Salah satu capaian membanggakan ditunjukkan oleh tiga mahasiswi Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI). Melalui proyek bisnis bertajuk “Bananies”, mereka berhasil membuktikan bahwa produk kuliner lokal dapat naik kelas melalui sentuhan inovasi dan validasi ilmiah.

Sinergi Akademik dan Kewirausahaan: Lulus Melalui Publikasi Jurnal Sinta 2

Kami melihat sebuah tren positif dalam kurikulum perguruan tinggi modern yang diimplementasikan secara apik oleh Universitas Teknokrat Indonesia. Ketiga mahasiswi tersebut—Yolanda Mutiara, Syania Ivanny Efendi, dan Azzahra Ivana Fatih—berhasil menyelesaikan studi strata satu mereka bukan melalui jalur skripsi konvensional semata, melainkan melalui presentasi proyek bisnis inovatif.

Kekuatan utama dari pencapaian ini terletak pada validitas akademisnya. Proyek bisnis mereka didukung oleh karya ilmiah yang berhasil menembus publikasi di jurnal nasional terindeks Sinta 2. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran, pengembangan produk, dan analisis pasar yang mereka terapkan pada “Bananies” telah melalui proses peer-review yang ketat, menjamin bahwa model bisnis tersebut memiliki fondasi teori yang kuat dan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.


Transformasi Bananies: Dari Tugas Kuliah Menuju Legalitas NIB dan HKI

Perjalanan “Bananies” merupakan manifestasi nyata dari keberhasilan pembinaan inkubator bisnis di lingkungan kampus. Dimulai dari luaran mata kuliah Manajemen Pemasaran pada semester tiga, ide pengolahan pisang ini tidak berhenti di atas kertas. Kami mencatat beberapa fase krusial dalam pertumbuhan bisnis ini:

1. Fase Pra-Inkubasi: Riset Pasar dan Pematangan Konsep

Pada tahap ini, tim fokus pada identifikasi potensi komoditas pisang sebagai produk unggulan lokal Lampung. Mereka melakukan analisis mendalam terhadap perilaku konsumen untuk menciptakan varian topping saus berbagai rasa yang belum banyak ditemui di pasar kuliner tradisional.

Baca Juga:  Keren! Jurnal Ilmiah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Tembus Top 10 Dunia!

2. Fase Inkubasi: Pengembangan Produk di Program JUARA UTI

Melalui Program Inkubator Bisnis JUARA UTI, “Bananies” menjalani pengujian rasa (taste test) dan penyempurnaan formula produk secara intensif selama hampir satu tahun. Inkubasi ini memberikan akses terhadap mentor bisnis profesional yang membantu mempertajam strategi penetrasi pasar.

3. Fase Pasca-Inkubasi: Komersialisasi dan Legalitas Resmi

Aspek yang paling krusial dalam profesionalisme bisnis adalah legalitas. Saat ini, Bananies telah mengantongi:

  • Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai izin operasional resmi.
  • Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk melindungi inovasi produk.
  • Pendaftaran Merek Resmi untuk memperkuat brand identity di pasar nasional.

Inovasi Kuliner Lokal sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Keberhasilan proyek “Bananies” memberikan sinyal kuat bahwa sektor kuliner lokal memiliki peluang besar jika dikelola dengan manajemen yang modern. Inovasi pada varian topping saus bukan sekadar penambahan rasa, melainkan upaya rebranding terhadap produk pisang olahan agar dapat diterima oleh segmen pasar yang lebih luas, termasuk generasi muda.

Universitas Teknokrat Indonesia, melalui pencapaian Yolanda, Syania, dan Azzahra, menegaskan posisinya sebagai PTS Terbaik di ASEAN yang fokus pada pengembangan bakat mahasiswa di bidang kewirausahaan. Model kelulusan berbasis proyek bisnis dan publikasi jurnal ini menjadi standar baru dalam pendidikan tinggi, di mana lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa portofolio bisnis yang sudah berjalan dan diakui secara hukum.

Kesimpulan: Standar Baru Lulusan Manajemen FEB UTI

Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa integrasi antara kurikulum berbasis kompetensi dan dukungan ekosistem inkubasi bisnis dapat menghasilkan outcome yang luar biasa. Bananies kini bukan lagi sekadar tugas kuliah, melainkan simbol keberhasilan mahasiswa dalam menjawab tantangan ekonomi kreatif dengan solusi yang berbasis pada data dan riset ilmiah.

Baca Juga:  Saat Badan Merasa Aneh Padahal Dokter Bilang Baik-Baik Saja, Ini Penjelasannya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja