Pendampingan Publikasi Ilmiah Mahasiswa Pascasarjana Secara Intensif

Publikasi ilmiah adalah luaran akademik yang menuntut ketepatan metodologi, ketajaman argumentasi, kepatuhan etika, serta keterampilan teknis pada tahapan submit–revisi–finalisasi. Di level pascasarjana, tantangan yang paling sering muncul bukan semata “belum punya naskah”, melainkan naskah sudah ada namun belum siap tempur: struktur belum rapih, kebaruan belum tegas, jurnal tujuan belum tepat, hingga proses submit masih membingungkan. Pola tantangan ini juga menjadi dasar lahirnya program pendampingan publikasi ilmiah yang digagas Prodi S2 FPKS Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), dengan skema komprehensif mulai konsultasi penulisan, pemilihan jurnal, pendampingan submit, sampai strategi publikasi intensif termasuk manajemen revisi dan komunikasi dengan editor. (Kartanusa)

Studi Kasus Praktik Baik: Skema Pendampingan Prodi S2 FPKS Umsura

Dalam pemberitaan 7 Januari 2026, Prodi S2 FPKS Umsura menegaskan pendampingan publikasi sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa pascasarjana, sekaligus membangun budaya akademik yang kuat. (Kartanusa)

Empat skema pendampingan yang diterapkan:

  1. Konsultasi penulisan artikel ilmiah: penguatan struktur, kebaruan penelitian, serta kesesuaian standar jurnal. (Kartanusa)
  2. Konsultasi pemilihan jurnal bereputasi: pemetaan jurnal yang relevan, kredibel, dan sesuai scope. (Kartanusa)
  3. Pendampingan proses submit artikel: pendampingan langsung daring maupun luring (termasuk via Zoom) agar mahasiswa memahami tahapan submit dan lebih percaya diri. (Kartanusa)
  4. Strategi publikasi ilmiah (intensif/berbayar): fokus menembus jurnal bereputasi, manajemen revisi, dan komunikasi efektif dengan editor. (Kartanusa)

Konteks kelembagaan pascasarjana Umsura sendiri tercatat berdiri sejak 2002. (UMSURA)

Peta Jalan Pendampingan Publikasi: Dari Ide Riset hingga Artikel Terbit

1) Fondasi Naskah yang “Siap Jurnal”

Kami menilai “siap jurnal” bukan berarti naskah panjang, melainkan naskah yang tajam, tertib, dan patuh standar:

  • Pertanyaan riset spesifik, dapat diuji, dan relevan pada scope jurnal target.
  • Kebaruan (novelty) dinyatakan eksplisit: celah literatur → kontribusi → implikasi.
  • Metode transparan dan dapat direplikasi (desain, sampel, instrumen, analisis).
  • Hasil disajikan ringkas namun lengkap (tabel/gambar tepat guna).
  • Diskusi menjawab “jadi apa?”: interpretasi, perbandingan literatur, keterbatasan, rencana lanjutan.
  • Kesimpulan tidak mengulang, tetapi menutup dengan kontribusi dan rekomendasi.
Baca Juga:  Inovasi Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia: Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Profesional Berbasis Riset

2) Struktur Artikel Ilmiah yang Paling Umum Dipakai (IMRaD)

Untuk sebagian besar jurnal, pola IMRaD adalah jalur aman:

  • Introduction: masalah → gap → tujuan → kontribusi
  • Methods: desain, prosedur, analisis
  • Results: temuan utama (tanpa opini)
  • Discussion: makna temuan, keterbatasan, implikasi

Jika jurnal meminta format lain (mis. artikel konseptual atau studi kasus), kami menyesuaikan dengan author guidelines dan contoh artikel terbaru di jurnal tersebut.

Kerangka Pendampingan Komprehensif yang Bisa Direplikasi Kampus/Prodi

A. Klinik Penulisan Artikel Ilmiah (Writing Clinic)

Output klinik harus terukur, bukan sekadar “sudah dibaca”. Paket minimal yang kami pastikan selesai:

  • Audit struktur: kesesuaian IMRaD/format jurnal
  • Audit kebaruan: kalimat kontribusi 1–2 paragraf yang tegas
  • Audit sitasi: konsistensi gaya sitasi dan kualitas sumber primer
  • Audit bahasa: koherensi paragraf, ketepatan istilah, keterbacaan akademik

Checklist cepat sebelum submit

  • Judul tidak terlalu panjang dan memuat variabel/objek inti
  • Abstrak memuat: konteks, tujuan, metode, hasil utama, implikasi
  • Kata kunci 4–6 istilah spesifik (bukan istilah generik)
  • Referensi dominan 5–10 tahun terakhir (kecuali teori klasik)
  • Tabel/gambar diberi caption informatif dan dirujuk di teks

B. Klinik Pemilihan Jurnal Bereputasi (Journal Matching)

Kesalahan paling mahal adalah submit ke jurnal yang “tidak nyambung” scope atau bermasalah reputasi. Kami memetakan jurnal menggunakan indikator praktis berikut:

  • Scope & aim: topik dan pendekatan riset harus match
  • Kualitas editorial: transparansi kebijakan, info dewan editor, prosedur review
  • Indexing & visibilitas: tercantum di pengindeks tepercaya sesuai target institusi
  • Waktu proses: estimasi review dan terbit (berdasarkan informasi resmi dan edisi terbaru)
  • Biaya: APC/processing fee jelas dan diumumkan terbuka (jika ada)

Untuk konteks ekosistem jurnal nasional, proses akreditasi jurnal dikelola melalui ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). (Arjuna Kemdiktisaintek)

C. Pendampingan Submit Artikel (Submission Mentoring)

Pendampingan submit efektif harus membongkar proses menjadi langkah-langkah operasional:

  1. Persiapan berkas: naskah, metadata, cover letter, pernyataan etika (jika diminta)
  2. Penyesuaian template: format sitasi, heading, tabel, dan gaya penulisan
  3. Pengisian metadata: judul, abstrak, kata kunci, afiliasi, ORCID (bila diperlukan)
  4. Pemilihan section: artikel penelitian, review, short communication, dll.
  5. Konfirmasi final: file yang benar, urutan penulis benar, dan checklist jurnal terpenuhi
Baca Juga:  Eksperimen Luar Angkasa China, Apa yang Terjadi Pada Tikus di Orbit?

Model pendampingan yang dilakukan Prodi S2 FPKS Umsura juga menekankan pendampingan langsung daring/luring agar tahapan submit dipahami utuh dan meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. (Kartanusa)

D. Program Intensif Strategi Publikasi (Revisi & Komunikasi Editor)

Bagian tersulit biasanya bukan submit, tetapi revisi. Program intensif menargetkan tiga kemampuan:

  • Strategi menanggapi reviewer: membedakan revisi substansi vs minor
  • Manajemen revisi: versioning file, tracking perubahan, tenggat
  • Komunikasi dengan editor: sopan, ringkas, berbasis bukti

Skema strategi publikasi intensif (termasuk manajemen revisi dan komunikasi editor) disebut sebagai bagian dari pendampingan Prodi S2 FPKS Umsura. (Kartanusa)

Etika Publikasi yang Wajib Dipenuhi sejak Awal

Pendampingan publikasi yang matang selalu menempatkan etika sebagai standar minimum, bukan pelengkap. Prinsip-prinsip pedoman etika publikasi (untuk penulis dan pihak terkait) dipublikasikan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). (publicationethics.org.uk)

Praktik etika yang kami pastikan aman:

  • Keaslian naskah (tanpa plagiarisme, tanpa duplikasi publikasi)
  • Kejelasan kontribusi penulis (urutan dan peran disepakati sejak awal)
  • Transparansi data/metode sesuai kebutuhan bidang
  • Deklarasi konflik kepentingan bila diminta jurnal
  • Kepatuhan pada pedoman jurnal (human/animal ethics approval bila relevan)

Template Operasional yang Mempercepat Lolos Review

1) Template Cover Letter (Ringkas & Tepat)

  • 1 paragraf: judul artikel + jenis artikel + kecocokan scope jurnal
  • 1 paragraf: kontribusi utama (2–3 poin) dan kebaruan
  • 1 paragraf: pernyataan orisinalitas, tidak sedang diproses di jurnal lain, kepatuhan etika
  • Penutup: kontak korespondensi

2) Tabel Respons Reviewer (Format yang Disukai Editor)

Komentar Reviewer Tindakan Kami Lokasi Perubahan
“Perjelas metode sampling.” Menambahkan kriteria inklusi–eksklusi dan alur rekrutmen. Metode, hlm. 4 paragraf 2
“Diskusi kurang mengaitkan literatur terbaru.” Menambahkan 6 rujukan 5 tahun terakhir dan membandingkan temuan utama. Diskusi, hlm. 9 paragraf 1–3
Baca Juga:  Peningkatan Kualitas Jurnal Ilmiah Menuju Akreditasi Nasional dan Indeksasi Internasional

3) Aturan Emas Revisi

  • Jawab semua komentar (termasuk yang tidak diikuti) dengan alasan akademik.
  • Jika tidak setuju, gunakan bukti: data, rujukan, atau kebijakan jurnal.
  • Perubahan ditandai jelas (track changes atau highlight sesuai instruksi jurnal).

FAQ Pendampingan Publikasi Ilmiah Pascasarjana

Apakah naskah tesis harus diubah total menjadi artikel?

Tidak harus total, tetapi hampir selalu perlu dipadatkan: fokus pada satu kontribusi utama, memperketat narasi, dan mengikuti format jurnal.

Kenapa sering desk reject padahal riset sudah bagus?

Paling sering karena mismatch scope, format tidak sesuai author guidelines, novelty tidak tegas, atau kualitas penulisan belum memenuhi standar jurnal target.

Kapan waktu terbaik memilih jurnal?

Sejak draf awal. Dengan jurnal target yang jelas, struktur, gaya, panjang, hingga jenis analisis dapat disetel sejak awal.

Penutup: Model Pendampingan yang Membentuk Budaya Akademik, Bukan Sekadar Syarat Lulus

Pendampingan publikasi yang efektif menuntun mahasiswa melewati tiga lapis tantangan: kualitas naskah, ketepatan jurnal, dan keterampilan proses (submit–revisi–komunikasi editor). Praktik Prodi S2 FPKS Umsura menunjukkan bagaimana skema pendampingan dapat dirancang komprehensif dan aplikatif—mulai konsultasi penulisan, pemilihan jurnal bereputasi, pendampingan submit, hingga strategi publikasi intensif—dengan orientasi membangun budaya akademik yang kuat dan daya saing nasional–internasional. (Kartanusa)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja