Peneliti Indonesia Berkolaborasi Internasional dengan Pendanaan BRIN

Rifainstitute.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional BRIN kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan ilmu pengetahuan. Lembaga ini meluncurkan program pendanaan riset kolaborasi internasional yang menarik. Program tersebut diberi nama BRIN Danapedia Skema Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju RIIM Kolaborasi.

Skema pendanaan ini dibuka pada Rabu 11 Februari 2026. Tujuannya adalah mendorong peneliti Indonesia agar dapat berkolaborasi dengan mitra mancanegara. Hingga saat ini, lebih dari 130 kegiatan riset telah dikembangkan melalui program RIIM Kolaborasi.

Melalui kesempatan ini, peneliti Indonesia dapat bekerja sama dengan para periset dari berbagai negara. Mereka datang dari Malaysia, Jepang, hingga China. Ini membuka peluang besar untuk pengembangan Berita dan teknologi.

Terobosan Riset Unggulan Bersama Mitra Global

Proposal yang lolos seleksi pendanaan riset kolaborasi internasional BRIN ini sangat beragam. Beberapa di antaranya merespons isu-isu penting seperti energi, kesehatan, dan pakan ternak. Mari kita telusuri beberapa proyek menarik tersebut.

Pemanfaatan Rumput Gajah Indonesia-Malaysia

Tim Dr Yantyati Widyastuti dari Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN mengusulkan proyek inovatif. Mereka fokus pada pemanfaatan rumput gajah dari dua negara, Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi ini melibatkan diskusi panjang hingga publikasi ilmiah bersama.

Di Indonesia, rumput gajah dibudidayakan dari benih hayati lokal. Hasil panen kemudian diolah menjadi pelet pakan ternak. Ini dilakukan bekerja sama dengan mitra industri Mitrayasa di Tasikmalaya, Jawa Barat. Inovasi ini sangat efisien untuk pengiriman ke berbagai daerah.

Sementara itu, di Malaysia, rumput gajah dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti fosil. Ini merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pelet pakan dan pelet bahan bakar ini berpotensi saling dimanfaatkan oleh kedua negara. Namun, jenis rumput gajah dan bakterinya berbeda, disesuaikan dengan kekayaan lokal masing-masing.

Baca Juga:  IPB Juarai Daftar Kampus Riset Interdisipliner Terbaik di Indonesia versi THE 2026!

Biologi Struktur & Bioproduksi RI-Jepang

Dr Yudhi Nugraha dari Organisasi Riset Kesehatan BRIN mengusung riset rekayasa enzim. Proyek ini untuk bioproduksi dan polutan. Penelitian ini telah dimulai bahkan sebelum adanya kegiatan Japan Science and Technology Agency JST Nexus.

Usulan ini berangkat dari kebutuhan besar di masa depan dan penelitian yang sedang berjalan. Dr Yudhi menyarankan agar proyek yang diajukan sudah berbasis data pendahuluan. Hal ini membantu menunjukkan kemampuan peneliti dalam menyelesaikan proyek.

Data pendahuluan juga sangat penting untuk menghasilkan luaran yang konkret. Ini membuktikan keseriusan dan potensi keberhasilan riset tersebut.

Sistem Robot & Alat Transportasi Otonom RI-China

Dr Muhammad Zaki Almuzakki dari Prodi Ilmu Komputer Universitas Pertamina bersama timnya mengusulkan pengembangan algoritma. Fokusnya adalah autonomous mobility, yaitu sistem transportasi yang mampu bergerak sendiri layaknya robot. Proyek ini sangat berpotensi dalam sektor logistik Indonesia.

Sistem ini tidak hanya beralih ke energi hijau, tetapi juga lebih efisien. Kendaraan nirawak diproyeksikan dapat menghemat waktu dan biaya. Logistik di Indonesia bisa menjadi lebih murah dengan sistem ini.

Menurut Dr Zaki, kendaraan otonom bisa berkolaborasi membentuk formasi tertentu. Ini akan mengurangi energi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Keamanan operasional juga menjadi prioritas utama.

Hak Kekayaan Intelektual Terjamin

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Prof Dr Eng Agus Haryono memastikan hak kekayaan intelektual HKI. HKI atas proyek riset akan diberikan kepada periset atau instansi terkait. Bukan menjadi hak milik BRIN.

BRIN telah menegaskan hal ini dalam kontrak. Jika Universitas Pertamina melaksanakan riset, maka HKI akan dimiliki oleh Universitas Pertamina. Ini memberikan kepastian dan motivasi bagi para peneliti.

Baca Juga:  Eksperimen Luar Angkasa China, Apa yang Terjadi Pada Tikus di Orbit?

Ikuti terus berita terbaru hanya di Rifainstitute.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja