Terobosan Akademik IAIN Pontianak: Artikel Ilmiah Jurnal Sinta 2 Resmi Menggantikan Skripsi di Fakultas Syariah

Dalam sebuah langkah progresif yang menandai era baru pendidikan tinggi Islam di Kalimantan Barat, kami melaporkan sebuah pencapaian monumental dari lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Fakultas Syariah IAIN Pontianak telah resmi menorehkan sejarah baru dalam kebijakan akademiknya. Untuk pertama kalinya, kewajiban penyusunan skripsi konvensional berhasil dikonversi melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional bereputasi.

Peristiwa bersejarah ini tidak hanya menjadi bukti adaptabilitas institusi terhadap perkembangan dunia akademik modern, tetapi juga menegaskan kualitas riset mahasiswa yang mampu bersaing di kancah nasional.

Implementasi Kebijakan Konversi Non-Skripsi: Preseden Baru bagi Mahasiswa

Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, dunia akademik IAIN Pontianak menyaksikan validasi nyata dari kebijakan konversi tugas akhir. Rivany Anandya, mahasiswa Fakultas Syariah dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 12212002, tercatat sebagai pionir yang berhasil menyelesaikan studi strata satu (S1) melalui jalur publikasi jurnal.

Kesuksesan Rivany menembus jurnal terakreditasi Sinta 2 (Science and Technology Index) menjadi standar emas baru bagi mahasiswa lainnya. Berbeda dengan skripsi konvensional yang seringkali hanya berakhir di perpustakaan kampus, artikel ilmiah yang terbit di Sinta 2 menjamin bahwa hasil pemikiran dan penelitian mahasiswa dapat diakses secara luas, disitasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan secara nasional.

Kami melihat ini sebagai transformasi substansial. Kebijakan ini bukan sekadar alternatif untuk mempermudah kelulusan, melainkan sebuah tantangan intelektual yang lebih tinggi. Menembus jurnal Sinta 2 memerlukan kedalaman analisis, metodologi yang ketat, serta kebaruan (novelty) yang harus diakui oleh reviewer independen di luar kampus.

Keunggulan Artikel Ilmiah Dibandingkan Skripsi Tradisional

Pencapaian ini sekaligus mematahkan stigma bahwa lulus tanpa skripsi adalah “jalan pintas”. Sebaliknya, proses penerbitan artikel di jurnal bereputasi seringkali melibatkan tahapan yang jauh lebih kompleks dan kompetitif dibandingkan sidang skripsi biasa.

Baca Juga:  Strategi Akselerasi Produktivitas Dosen Muda Universitas Negeri Malang: Transformasi Luaran PPM melalui Diklat Dasar 2026

Berikut adalah analisis kami mengenai mengapa jalur ini memiliki bobot akademik yang superior:

  1. Validasi Eksternal: Artikel Rivany telah melalui proses blind peer-review yang ketat oleh pakar di bidangnya dari berbagai institusi, bukan hanya diuji oleh dosen internal.

  2. Dampak Sitasi: Karya yang terpublikasi di Sinta 2 memiliki visibilitas tinggi di Google Scholar dan basis data akademik lainnya, meningkatkan reputasi penulis dan institusi.

  3. Efisiensi dan Efektivitas: Mahasiswa didorong untuk menulis secara padat, jelas, dan berfokus pada temuan inti, menghilangkan redundansi yang sering ditemukan dalam format skripsi tebal.

Dr. Firdaus Achmad, M.Hum, selaku Dekan Fakultas Syariah sekaligus Penguji Pendamping dalam sidang bersejarah ini, memberikan apresiasi tertinggi. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata kompetensi mahasiswa IAIN Pontianak.

“Ini adalah tonggak sejarah bagi IAIN Pontianak, khususnya Fakultas Syariah. Kami membuktikan bahwa mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang berkualitas,” tegas Dr. Firdaus.

Strategi Riset Mendalam dan Terstruktur

Keberhasilan menembus Sinta 2 bukanlah hasil dari keberuntungan semata. Kami mengamati bahwa artikel yang disusun oleh Rivany merupakan hasil dari riset yang sangat mendalam dan terstruktur. Mahasiswa dituntut untuk memahami peta penelitian terkini (state of the art) agar artikel yang ditulis memiliki nilai kebaruan.

Proses ini melibatkan:

  • Identifikasi Masalah yang Tajam: Fokus pada isu-isu hukum Islam kontemporer yang relevan.

  • Metodologi Rigorous: Penggunaan metode penelitian hukum yang tepat dan analisis data yang akurat.

  • Academic Writing: Kemampuan menuangkan gagasan dalam bahasa ilmiah yang baku dan mematuhi gaya selingkung jurnal target.

Dengan terbitnya artikel ini, IAIN Pontianak secara efektif telah meningkatkan indikator kinerja utama (IKU) institusi dalam hal produktivitas publikasi mahasiswa.

Baca Juga:  FAI UMJ Tingkatkan Mutu Publikasi Ilmiah melalui Program Coaching Artikel yang Terstruktur dan Berkelanjutan

Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem Akademik IAIN Pontianak

Implementasi kebijakan yang dikukuhkan pada 29 Januari 2026 ini membawa implikasi positif yang luas. Pertama, kebijakan ini mendorong kultur menulis dan meneliti di kalangan mahasiswa sejak dini. Mahasiswa tidak lagi melihat tugas akhir sebagai beban administratif semata, melainkan sebagai kesempatan untuk membangun portofolio akademik profesional.

Kedua, hal ini meningkatkan akreditasi program studi dan institusi. Semakin banyak mahasiswa yang mempublikasikan karya di jurnal Sinta 2 atau Sinta 1, semakin tinggi poin akreditasi yang diperoleh Fakultas Syariah.

Kami menyimpulkan bahwa langkah yang diambil oleh Fakultas Syariah IAIN Pontianak, dengan Rivany Anandya sebagai pembuka jalan, adalah model pendidikan tinggi yang visioner. Ini adalah sinyal kuat bagi seluruh civitas akademika bahwa IAIN Pontianak siap bertransformasi menjadi pusat unggulan (center of excellence) dalam riset hukum Islam di Indonesia. Ke depan, kami mengantisipasi akan lebih banyak mahasiswa yang mengikuti jejak ini, menjadikan publikasi ilmiah sebagai standar normal baru dalam penyelesaian studi sarjana.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja