Unesa Target 400 Besar Dunia THE Impact Ranking

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menargetkan masuk 400 besar dunia pada THE Impact Ranking dalam dua tahun melalui penguatan riset berdampak, peningkatan paten, perluasan kolaborasi riset internasional, serta pengabdian masyarakat yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Dorongan ini ditopang fondasi tridharma perguruan tinggi yang telah berjalan kuat—pengajaran, penelitian, dan pengabdian—serta capaian publikasi ilmiah yang telah menembus hampir 1.000 dokumen dalam setahun.

Sasaran 400 Besar Dunia: Fokus pada Output yang Terukur dan Konsisten

Agar target 400 besar dunia tercapai, kami menempatkan seluruh agenda kampus pada indikator kinerja yang bisa dipantau bulanan hingga tahunan, dengan prioritas:

  • Riset berdampak (impactful research) yang menghasilkan luaran ilmiah, inovasi, dan adopsi solusi nyata.
  • Paten dan hilirisasi untuk menguatkan reputasi inovasi dan nilai tambah.
  • Kolaborasi internasional yang produktif dan berkelanjutan, termasuk dengan mitra dari negara berpenghasilan menengah ke bawah sesuai rujukan standar SDGs.
  • Publikasi dan sitasi yang meningkat dengan penguatan kualitas, bukan sekadar kuantitas.
  • Pengabdian masyarakat berbasis SDGs yang terdokumentasi rapi sebagai bukti kontribusi institusi.

Lonjakan Publikasi Ilmiah Unesa: Hampir 1.000 Dokumen sebagai Modal Pemeringkatan

Kenaikan publikasi ilmiah hingga mendekati 1.000 dokumen dalam satu tahun—disertai eskalasi sitasi—menjadi modal kuat untuk pemeringkatan global. Agar momentum ini tidak berhenti pada “puncak sesaat”, kami mengelola publikasi sebagai pipeline yang stabil:

  • Menjaga kecepatan produksi artikel dari riset aktif hingga terbit.
  • Memperbanyak artikel yang berpotensi tinggi disitasi melalui topik relevan dan kolaborasi lintas institusi.
  • Menata portofolio publikasi per klaster unggulan (mis. pendidikan, olahraga, teknik, sains, sosial-humaniora, kesehatan, ekonomi-kreatif, dan teknologi pembelajaran).
  • Mengurangi bottleneck (antrian naskah, revisi, biaya publikasi, validasi data, hingga etika penelitian).
Baca Juga:  Systematic Literature Review: Strategi Efektif Meningkatkan Kualitas Publikasi Penelitian

Strategi Kunci: Kolaborasi Riset Internasional yang Produktif dan Selaras SDGs

Kolaborasi internasional bukan sekadar pertukaran nama penulis; kami menargetkan kerja sama yang menghasilkan luaran nyata:

  • Co-creation riset: perumusan masalah, desain metodologi, pengambilan data, hingga penulisan artikel dilakukan bersama.
  • Joint supervision: pembimbingan bersama untuk tesis/disertasi yang langsung memproduksi publikasi.
  • Shared facilities & data: pemanfaatan laboratorium, perangkat, dataset, atau instrumen yang saling melengkapi.
  • Visiting research: penempatan peneliti untuk mempercepat eksperimen, analisis, dan penulisan.

Agar selaras SDGs dan memenuhi standar program, kami memastikan tiap kolaborasi memiliki:

  • tema SDGs yang jelas,
  • target luaran (artikel, paten, prototipe, kebijakan, modul, atau program pengabdian),
  • rencana diseminasi dan dokumentasi dampak.

Peta Jalan 24 Bulan: Riset → Publikasi → Sitasi → Paten → Dampak SDGs

Kami menjalankan peta jalan yang ketat, berbasis target triwulanan:

Triwulan 1–2: Standardisasi Mesin Riset & Publikasi

  • Penetapan klaster riset prioritas berbasis kekuatan SDM dan fasilitas.
  • Penyusunan grant roadmap internal untuk percepatan riset.
  • Klinik penulisan artikel internasional (metode, analisis, visualisasi data, dan gaya penulisan).
  • Sistem pemeriksaan etika, data, dan referensi sebelum submit.

Triwulan 3–4: Akselerasi Kolaborasi & Produktivitas

  • Matchmaking mitra internasional per klaster.
  • Skema hibah kolaboratif (luaran minimal: 1 artikel submit + 1 dataset terdokumentasi + rencana paten/produk).
  • Penguatan peran pusat riset dan laboratorium sebagai publication factory yang tetap menjaga mutu.

Tahun ke-2: Penguatan Dampak, Sitasi, dan Hilirisasi

  • Target peningkatan sitasi melalui topik relevan, kolaborasi, keterbacaan, dan diseminasi ilmiah yang rapi.
  • Penguatan paten dengan pendampingan intensif (klaim, prior art, prototipe, dan rencana lisensi).
  • Pengabdian masyarakat SDGs dengan sistem dokumentasi yang terintegrasi (indikator, penerima manfaat, dan bukti implementasi).

Tata Kelola Publikasi Scopus: Manajemen dari Hulu ke Hilir

Agar publikasi tumbuh sekaligus berkualitas, kami mengelola alur kerja sebagai sistem:

Baca Juga:  Opini Ahli Bikin Artikel Ilmiah Lebih Nampol? Ternyata Ini Sebabnya!

1) Pra-Riset: Rencana Luaran sejak Proposal

  • Setiap proposal riset memuat target artikel dan/atau paten, termasuk rencana jurnal/prosiding tujuan.
  • Indikator minimal: data dapat direplikasi, instrumentasi valid, dan dokumen etika lengkap.

2) Saat Riset: Disiplin Data dan Keterlacakan

  • Penerapan data management plan: struktur folder, versioning, metadata, dan catatan eksperimen.
  • Standar coding dan analitik untuk meminimalkan kesalahan dan mempercepat penulisan.

3) Pasca-Riset: Klinik Naskah hingga Terbit

  • Pre-submission review internal: kebaruan, metodologi, analisis, dan ketajaman pembahasan.
  • Pelatihan response to reviewers untuk meningkatkan peluang diterima.
  • Penguatan kualitas visual (grafik, tabel, diagram metodologi) agar artikel lebih mudah dipahami dan disitasi.

Akselerasi Sitasi: Distribusi Ilmiah yang Tertib dan Terukur

Kami memperkuat sitasi melalui langkah yang dapat dijalankan unit demi unit:

  • Diseminasi artikel melalui seminar, kuliah tamu, dan forum ilmiah lintas kampus.
  • Penulisan artikel dengan struktur yang memudahkan pembaca menemukan kontribusi utama: kebaruan, data, dan implikasi.
  • Penyelarasan kata kunci dan topik pada klaster yang sedang tumbuh secara global.
  • Kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan kajian yang lebih komprehensif (yang cenderung lebih sering dirujuk).

Paten Unesa: Dari Ide Laboratorium ke Perlindungan Kekayaan Intelektual

Untuk memperkuat reputasi internasional, kami memposisikan paten sebagai luaran yang dikelola seperti proyek:

  • Patent scouting: identifikasi temuan yang layak dipatenkan sejak awal riset.
  • Validasi kebaruan melalui penelusuran prior art.
  • Pendampingan penulisan klaim paten dan spesifikasi teknis.
  • Prototipe/produk minimal untuk memperjelas manfaat dan peluang adopsi.
  • Skema hilirisasi: lisensi, kerja sama industri, atau implementasi pada mitra masyarakat.

Pengabdian Masyarakat Berbasis SDGs: Bukti Dampak yang Terdokumentasi

Program pengabdian masyarakat yang selaras SDGs kami desain agar mudah ditunjukkan dampaknya secara nyata melalui:

  • pemetaan masalah dan penerima manfaat,
  • indikator sebelum-sesudah (baseline dan evaluasi),
  • keberlanjutan program (pendampingan, pelatihan, dan transfer pengetahuan),
  • dokumentasi implementasi (modul, kebijakan lokal, perangkat, atau praktik baru yang diadopsi).
Baca Juga:  Fenomena 'Silent Resignation' di Dunia Sains, Mengapa Para Ilmuwan Hengkang?

Dengan pola ini, pengabdian tidak berhenti sebagai kegiatan, melainkan menjadi portofolio kontribusi yang rapi dan terukur.

Integrasi Tridharma: Pengajaran yang Menghasilkan Riset dan Publikasi

Kami menghubungkan pengajaran dengan produktivitas akademik melalui praktik berikut:

  • Tugas akhir mahasiswa diarahkan menjadi manuscript-ready (dengan etika dan kualitas data yang memadai).
  • Mata kuliah metodologi dan statistika dikuatkan pada praktik analisis data riset nyata.
  • Laboratorium menjadi ruang produksi karya ilmiah bersama dosen–mahasiswa.
  • Pengabdian masyarakat menjadi sumber pertanyaan riset yang relevan dan berkelanjutan.

Indikator Operasional yang Dipantau: Dashboard Kinerja Riset dan SDGs

Agar target 400 besar dunia tidak menjadi jargon, kami memantau indikator operasional berikut secara rutin:

  • jumlah naskah submit, revise, accepted, published
  • pertumbuhan sitasi per klaster
  • jumlah kolaborasi internasional aktif dan luaran per kolaborasi
  • jumlah paten diajukan/terdaftar dan status hilirisasi
  • jumlah program pengabdian berbasis SDGs beserta bukti dampaknya
  • keterlibatan mahasiswa dan dosen lintas fakultas dalam proyek riset/pengabdian

Dengan fondasi tridharma yang kuat, lonjakan publikasi hingga mendekati 1.000 dokumen, strategi kolaborasi internasional yang terarah, penguatan paten dan hilirisasi, serta pengabdian masyarakat berbasis SDGs yang terdokumentasi, kami menempatkan target 400 besar dunia THE Impact Ranking sebagai capaian yang dikejar melalui kerja terstruktur, indikator yang jelas, dan luaran yang konsisten.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja